Sebelumnya, serangan Israel menghantam lantai dasar sebuah gedung apartemen Al-Asala 1, di Gaza. Sebanyak 5 orang tewas, 2 di antaranya merupakan ibu anak pelayan gereja yang sering membantu pengungsi di Gaza.
Dilansir Anadolu dan Reuters, Minggu (4/10/2026), sedikitnya lima warga Palestina, termasuk empat wanita, dalam serangan itu. Di antara korban tewas merupakan seorang ibu, Maisa Abu Dawoud, dan putrinya, Mary Najjar. Korban perempuan lainnya, yaitu seorang akademisi Yasmin al-Boubou, dan ibu Yasmin, Halloum al-Boubou.
Korban bernama Maysa dikenal sebagai Umm Michel dan anaknya Mary dikenal sebagai Umm Fouad. Mereka adalah warga Kristen Palestina asal Kota Gaza.
Menurut Komite Tinggi Kepresidenan untuk Urusan Gereja Palestina, keduanya mengabdikan waktu mereka untuk membantu jemaat gereja dan para pengungsi yang berlindung di Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church).
Ketua Komite, Ramzi Khoury, menyebut kematian mereka sebagai "kehilangan yang menyakitkan" bagi keluarga, gereja, dan jemaatnya.