"Saat ini, al-Amoudi adalah tokoh Hamas paling senior di Jalur Gaza dan terlibat langsung dalam aktivitas teror Hamas, serta upaya membangun kembali organisasi tersebut untuk perang. Teroris tersebut diserang demi melenyapkan ancaman itu," demikian pernyataan militer.

"Langkah-langkah telah diambil untuk meminimalkan dampak terhadap warga sipil, termasuk penggunaan amunisi presisi," ujar militer, seraya menambahkan pihaknya "menyesalkan segala dampak yang menimpa individu yang tidak terlibat".

Sementara itu dilansir Reuters, belum dapat dipastikan apakah serangan tersebut merupakan serangan yang sama yang menewaskan kelima warga Palestina. Militer menyatakan hasil serangan sedang ditinjau. Sedangkam Hamas tidak segera memberikan komentar.

Diketahui, Israel menewaskan Sinwar di Gaza pada Oktober 2024m dalam sebuah peristiwa yang dianggap banyak warga Israel sebagai kemenangan simbolis yang besar, meskipun Israel telah bertekad untuk terus menghancurkan Hamas bahkan setelah gencatan senjata yang ditengahi AS dideklarasikan setahun yang lalu.

Amoudi dianggap sebagai tokoh utama Hamas di Jalur Gaza. Pemimpin gerakan tersebut, Khalil al-Hayaa, tinggal di Qatar dan telah berupaya melakukan manuver diplomatik demi keuntungan Hamas. Pada bulan Juli, Hamas menyetujui rencana AS agar kelompok tersebut melucuti senjatanya-sebuah langkah yang dipuji Presiden Donald Trump sebagai terobosan, namun dianggap tidak tulus oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.