NADIKABAR.COM — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin menerima audiensi dari gabungan instansi pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kantor KP2MI, Jakarta, hari ini. Beberapa tokoh hadir dalam audiensi kali ini.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat XI, Ade Ginanjar, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.

Selain unsur pemerintah daerah, audiensi ini juga dihadiri oleh perwakilan sejumlah perguruan tinggi terkemuka, di antaranya Universitas Garut, Poltekkes Kemenkes, Universitas Mayasari Bakti, STT Cipasung Tasikmalaya, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya.

Hadir juga perwakilan dari STIKES Respati Tasikmalaya, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, STIEBS Al Amin Tasikmalaya, Politeknik LP3I Tasikmalaya, serta Institut Pendidikan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Abdusy menyampaikan pentingnya verifikasi serta perlunya merapatkan barisan dalam penempatan kerja luar negeri. Ia menyoroti tantangan regulasi di negara penempatan seperti Republik Korea yang masih memerlukan penguatan perlindungan bagi pekerja migran.

"Walaupun pemerintah di sana sudah memiliki regulasi, namun masih kurang terproteksi dalam penempatan kerja di luar negeri, sehingga ke depannya mereka tetap perlu arahan kerja," ujar Abdusy dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Abdusy juga menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke Jepang pekan lalu, di mana pihaknya sempat menemui perwakilan Kementerian Republik Korea yang menawarkan peluang kerja bagi tenaga kerja daerah.

Namun, Abdusy menggarisbawahi perlunya jalur resmi (Government to Government atau G2G) yang lebih cepat, tertib hukum, dan terhindar dari birokrasi yang rumit agar peluang kerja tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai solusi, pihaknya mendorong adanya kolaborasi pemanfaatan fasilitas dan lembaga ketiga yang sudah ada, khususnya dalam hal penyediaan pelatihan kerja yang singkat, padat, dan sesuai kebutuhan pasar internasional.