"Ada 5 bola untuk setiap 100 tahun Jakarta. Jadi jam 6 tadi ini bola digelindingin dulu mengelilingi Jakarta, Bundaran HI. Lalu bola ini kita persilakan orang-orang untuk mampir, untuk berinteraksi langsung dengan bola-bola ini dengan menulis harapan mereka, menulis apa sih yang yang mereka rasakan hidup di Jakarta," jelas Dipa.
Bola-bola tersebut dilapisi koran dan disediakan untuk warga yang ingin menulis atau melukis menggunakan cat. Sejumlah pesan yang muncul antara lain ajakan menyelamatkan hutan dan kewaspadaan terhadap kabut asap.
Salah satu warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, Naufal, turut menuliskan pesan save our forest pada instalasi tersebut. Ia mengatakan pesan itu menjadi bentuk kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan, termasuk persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Iya ini saya nulis itu. Momennya lagi soal karthutla, asapnya juga katanya udah sampai Jakarta. Semoga ini jadi bentuk suara kita sebagai kepedulian ya," kata Naufal.
Instalasi Jakarta Kulminasi selanjutnya direncanakan dipindahkan ke Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk dipamerkan. Karya tersebut menjadi salah satu kegiatan yang mengajak masyarakat terlibat dalam menyambut 500 tahun Jakarta.