Belgia, Portugal, dan Italia juga menghadapi protes skala kecil pada hari Sabtu karena biaya hidup meningkat di Eropa. Sementara itu massa demo di Albania juga berunjuk rasa menentang korupsi pemerintah, kurangnya lapangan kerja, dan standar pendidikan yang buruk.

Dalam demo yang sebagian terinspirasi oleh protes di Prancis, beberapa ratus orang, sebagian besar anak muda, juga berdemonstrasi di Brussels. Beberapa di antaranya juga bentrok dengan polisi.

Kelompok mahasiswa Belgia mengatakan mereka memprotes kenaikan biaya pendidikan dan reformasi yang mereka khawatirkan akan membuat pendidikan tinggi kurang terjangkau

Di Albania, polisi menembakkan apa yang tampak seperti peluru karet ke arah para demonstran selama hari kelima demonstrasi mahasiswa massal yang menyerukan Perdana Menteri Edi Rama untuk mundur.

Di Portugal, puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan Lisbon setelah beberapa hari kerusuhan untuk memprotes biaya perumahan dan biaya hidup lainnya. Harga perumahan di Portugal telah berlipat ganda sejak 2017, memicu salah satu krisis keterjangkauan terburuk di Eropa.

Di Italia, demo yang menentang biaya hidup tinggi di Milan berubah menjadi kekacauan, dengan polisi membersihkan alun-alun katedral pusat dengan gas air mata. Polisi di Bologna menggunakan meriam air untuk mencoba membubarkan massa dan melakukan tujuh penangkapan setelah protes lain berubah menjadi kekerasan, lapor kantor berita ANSA.

Demonstrasi massa yang memprotes terkait biaya hidup di Paris, Prancis berakhir ricuh. Sebanyak 1.500 toko dan gerai retail dilaporkan rusak imbas demo yang berakhir ricuh hingga membuat sejumlah toko brand mewah dibakar dan dijarah massa.

Dilansir AFP, Minggu (18/10/2026), sekitar 1.500 toko dan gerai ritel mengalami kerusakan dalam aksi protes di Prancis. Banyak di antara ribuan toko tersebut dijarah.

"Kerugian yang dialami tempat-tempat usaha itu diperkirakan mencapai ratusan juta euro," ujar Presiden Federasi Ritel dan Perdagangan, Alexandre Bompard, kepada stasiun televisi LCI.

Namun, ia menambahkan masih terlalu dini untuk memberikan angka yang pasti.

Demonstrasi massa yang memprotes terkait biaya hidup di Paris, Prancis berakhir ricuh. Satu orang tewas usai mengalami henti jantung dalam kejadian itu.

Dilansir Reuters, Minggu (18/10/2026), demonstrasi berskala nasional berubah menjadi kerusuhan pada hari Sabtu. Gedung balai kota dibakar, toko-toko dijarah, dan berbagai bangunan dipenuhi coretan grafiti saat kelompok massa yang melakukan kekerasan bentrok dengan polisi di berbagai kota di Prancis.

Seorang pengunjuk rasa meninggal dunia setelah mengalami henti jantung dalam demonstrasi di Paris. Polisi telah mencatat rekor penangkapan terhadap 855 orang usai demo berujung ricuh di Paris.