Ia memperkirakan pabrik mini CPO berkapasitas 10 ton TBS per jam membutuhkan investasi sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar.

Sabarudin mengatakan satu koperasi dapat menaungi sekitar 1.000-2.000 petani dengan luasan perkebunan sekitar 5.000-6.000 hektare.

Menurut dia, sekitar 80 persen petani sawit merupakan petani mandiri yang belum bermitra dengan perusahaan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah mendorong petani sawit membentuk badan usaha koperasi agar dapat mengembangkan usaha hingga pengolahan CPO.

Ia mengatakan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi siap mendampingi koperasi petani, termasuk dalam inkubasi dan penyiapan pembiayaan untuk pengembangan usaha.