NADIKABAR.COM — Begadang bukan hanya membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya. Kebiasaan tidur larut dan kurang tidur juga berkaitan dengan meningkatnya keluhan asam lambung, terutama pada orang yang memiliki gastroesophageal reflux disease (GERD).

Hubungan antara gangguan tidur dan GERD kembali diperkuat melalui tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada Januari 2026. Penelitian tersebut menganalisis 18 studi dengan total 110.417 peserta dan menemukan adanya hubungan yang bermakna antara gangguan tidur dan GERD.

Lantas, mengapa kurang tidur atau sering begadang dapat membuat keluhan asam lambung lebih mudah muncul?

1. Kurang tidur dapat meningkatkan paparan asam

Salah satu penelitian yang menguji langsung efek kurang tidur menemukan adanya peningkatan paparan asam di kerongkongan. Dalam penelitian tersebut, peserta yang hanya tidur empat jam selama dua malam mengalami peningkatan sejumlah parameter refluks dibandingkan mereka tidur tujuh hingga delapan jam.

Pada peserta yang sudah mengalami GERD, kurang tidur juga membuat hasil pemeriksaan keasaman kerongkongan menjadi lebih sering abnormal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kekurangan tidur dapat memperburuk paparan asam, meskipun mekanismenya tidak berarti setiap orang yang begadang pasti mengalami GERD.

2. Begadang sering diikuti makan larut malam