Kebiasaan begadang juga sering membuat waktu makan bergeser hingga larut malam. Setelah makan, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Jika seseorang langsung berbaring atau tidur tidak lama setelah makan, isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

Pedoman American College of Gastroenterology merekomendasikan penderita GERD menghindari makan dalam waktu dua hingga tiga jam sebelum tidur. Menjaga jarak antara makan dan waktu berbaring dapat membantu mengurangi gejala refluks pada malam hari.

3. Pembersihan asam di kerongkongan berkurang

Tidur juga memengaruhi mekanisme alami tubuh dalam membersihkan asam yang naik ke kerongkongan. Saat tidur, gerakan peristaltik dan produksi air liur yang membantu membersihkan sisa asam menjadi lebih rendah.

Akibatnya, ketika refluks terjadi pada malam hari, asam dapat berada lebih lama di dalam kerongkongan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan paparan lapisan kerongkongan terhadap asam dan memperburuk gejala pada sebagian penderita GERD.

4. Kurang tidur dapat membuat gejala terasa lebih berat

Masalahnya bukan hanya jumlah asam yang naik. Kekurangan tidur juga dapat meningkatkan kepekaan seseorang terhadap gejala refluks.