Angin duduk dan serangan jantung sama-sama dapat menimbulkan nyeri dada, sesak napas, serta rasa tidak nyaman yang menjalar ke bagian tubuh lain. Meski demikian, terdapat beberapa perbedaan umum yang dapat dikenali.
Pada angina stabil, nyeri dada biasanya muncul ketika seseorang melakukan aktivitas fisik atau mengalami stres emosional. Keluhan cenderung mengikuti pola yang relatif sama.
Sementara itu, serangan jantung dapat terjadi ketika seseorang sedang beraktivitas maupun beristirahat. Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas.
Angina stabil umumnya berlangsung beberapa menit dan mereda setelah aktivitas dihentikan atau pasien beristirahat.
Pada serangan jantung, nyeri atau tekanan dada dapat berlangsung lebih lama, menetap, atau hilang kemudian muncul kembali. Namun, serangan jantung juga dapat menimbulkan keluhan ringan sehingga durasi nyeri tidak dapat dijadikan satu-satunya pembeda.
Keluhan angina stabil biasanya membaik setelah beristirahat atau menggunakan obat yang telah diresepkan dokter.
Sebaliknya, nyeri akibat serangan jantung umumnya tidak membaik hanya dengan beristirahat. Meski demikian, gejala yang sempat mereda tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan serangan jantung.
Pada angina stabil, pasokan darah ke otot jantung berkurang sementara dan umumnya tidak menyebabkan kematian jaringan otot jantung.
Pada serangan jantung, aliran darah terhambat sehingga dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sebagian jaringan otot jantung. Penanganan yang terlambat dapat memperluas kerusakan tersebut.
Perlu diingat, perbedaan di atas merupakan gambaran umum, bukan cara untuk mendiagnosis penyakit secara mandiri. Angina tidak stabil dan serangan jantung dapat memiliki gejala yang sangat mirip.
4. Bagaimana dokter membedakan keduanya?
Untuk memastikan apakah seseorang mengalami angina atau serangan jantung, dokter perlu melakukan pemeriksaan medis. Penilaian tidak cukup hanya berdasarkan lokasi, intensitas, atau lamanya nyeri dada.
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:
Pemeriksaan ini merekam aktivitas listrik jantung untuk mengetahui kemungkinan gangguan irama maupun tanda gangguan aliran darah ke otot jantung.
Troponin merupakan protein yang dilepaskan ke dalam darah ketika otot jantung mengalami kerusakan. Peningkatan kadar troponin dapat menjadi petunjuk penting dalam diagnosis serangan jantung.
Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur dan kemampuan jantung dalam memompa darah.
4. Pemeriksaan pembuluh darah koroner
Dokter dapat merekomendasikan angiografi koroner untuk melihat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung.
Pemeriksaan yang dipilih bergantung pada kondisi pasien dan hasil evaluasi awal. Pada dugaan serangan jantung, penanganan darurat tidak boleh ditunda hanya untuk menunggu seluruh pemeriksaan selesai.
5. Kapan nyeri dada harus diwaspadai?
Nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau rasa nyeri yang menjalar ke lengan dan rahang, perlu mendapat perhatian serius.