NADIKABAR.COM — Rasa haus yang muncul setelah beraktivitas atau sering buang air kecil setelah banyak minum merupakan hal yang wajar. Namun, jika kedua kondisi tersebut terjadi lebih sering dari biasanya tanpa alasan yang jelas, Anda perlu mewaspadainya karena bisa menjadi tanda awal diabetes.

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah atau glukosa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Padahal, hormon insulin berperan membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sering buang air kecil dan meningkatnya rasa haus merupakan gejala umum diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami kedua gejala tersebut pasti menderita diabetes.

Lantas, mengapa diabetes dapat membuat seseorang lebih sering merasa haus dan ingin buang air kecil? Berikut penjelasannya.

Rasa haus yang berlebihan atau polidipsia merupakan salah satu gejala yang dapat muncul ketika kadar gula darah meningkat.

Saat kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi, ginjal berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga memicu dehidrasi dan meningkatkan rasa haus.

Akibatnya, seseorang mungkin merasa terus ingin minum meskipun sudah mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup.

Jika rasa haus berlangsung terus-menerus, terasa tidak biasa, atau disertai gejala lain seperti mudah lelah dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas, sebaiknya jangan mengabaikannya.

Mengapa penderita diabetes lebih sering buang air kecil?

Sering buang air kecil atau poliuria juga menjadi salah satu gejala diabetes yang perlu diperhatikan.

Dalam kondisi normal, ginjal menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Namun, ketika kadar gula darah terlalu tinggi, sebagian glukosa dapat masuk ke dalam urine. Glukosa tersebut menarik air sehingga volume urine meningkat.

Akibatnya, seseorang dapat lebih sering buang air kecil, termasuk pada malam hari ketika seharusnya sedang beristirahat.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih banyak. Karena itu, sering buang air kecil dan rasa haus berlebihan kerap muncul bersamaan.

Meski demikian, frekuensi buang air kecil juga dapat meningkat akibat faktor lain, seperti terlalu banyak minum, konsumsi kafein, penggunaan obat diuretik, atau infeksi saluran kemih.

Selain sering haus dan buang air kecil, diabetes dapat menimbulkan sejumlah gejala lain. Beberapa di antaranya bahkan dapat muncul secara bertahap sehingga tidak langsung disadari.

Berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

Mudah merasa lapar. Kadar gula darah yang tinggi tidak selalu berarti glukosa dapat digunakan secara efektif oleh sel tubuh sebagai energi.

Mudah lelah. Tubuh dapat mengalami gangguan dalam memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.

Berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Hal ini dapat terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal dan mulai memanfaatkan cadangan energi lainnya.

Penglihatan kabur. Perubahan kadar gula darah dapat mempengaruhi cairan pada jaringan mata sehingga penglihatan menjadi tidak jelas.

Luka sulit sembuh. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu proses penyembuhan luka.

Sering mengalami infeksi. Sebagian penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi, termasuk infeksi saluran kemih dan infeksi kulit.

Gejala diabetes dapat berbeda pada setiap orang. Bahkan, sebagian penderita diabetes tipe 2 tidak mengalami gejala yang jelas selama bertahun-tahun sehingga penyakit baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Apakah sering haus dan buang air kecil pasti berarti diabetes?

Rasa haus dapat meningkat ketika cuaca panas, setelah berolahraga, atau saat tubuh kehilangan banyak cairan. Sementara itu, buang air kecil lebih sering dapat terjadi setelah minum banyak air, mengonsumsi minuman berkafein, atau menggunakan obat tertentu.

Namun, jika kedua gejala muncul secara bersamaan, berlangsung terus-menerus, dan tidak berkaitan dengan perubahan aktivitas atau asupan cairan, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan menjadi semakin penting jika gejala tersebut disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, kelelahan berkepanjangan, atau penglihatan kabur.

Perlu diketahui pula bahwa diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat, dalam hitungan hari hingga minggu. Jika rasa haus dan buang air kecil meningkat secara drastis, terutama disertai muntah, nyeri perut, napas cepat atau dalam, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut dapat menandakan komplikasi serius yang disebut ketoasidosis diabetik.