NADIKABAR.COM — Pernahkah terus memikirkan obrolan setelah berbincang dengan orang lain? Mungkin otak kita memutar lagi percakapan yang baru saja selesai dan bertanya-tanya apakah perkataan kita tadi agak canggung atau kesan yang kita berikan tidak seperti harapan.

Fenomena ini cukup umum dialami oleh semua orang dan memiliki istilah dalam dunia psikologi, yaitu liking gap. Biasanya kondisi ini ditandai saat seseorang berpikir bahwa orang lain tidak menyukai dirinya meskipun belum tentu benar.

Mengapa kita merasa orang lain tidak menyukai kita?

Beberapa penelitian menemukan bahwa saat berinteraksi dengan orang lain, otak kita terlalu fokus mengkritisi hal-hal yang dianggap salah dari diri sendiri dibandingkan sesuatu yang sudah kita lakukan dengan baik.

Para peneliti menemukan bahwa setelah ngobrol dengan orang lain, seseorang cenderung merasa dirinya kurang disukai oleh lawan bicaranya. Padahal, mungkin saja orang lain sebenarnya lebih menyukai kita dibandingkan yang selama ini kita pikirkan.

Fenomena ini bisa terjadi karena terlalu fokus pada diri sendiri saat berbicara. Seseorang tidak tahu persis apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Hal ini membuat mereka lebih sering menduga-duga pandangan orang lain tentangnya dengan pemikirannya sendiri.

Sayangnya, terlalu fokus pada diri sendiri juga bisa membuat seseorang tidak menyadari sinyal positif dari lawan bicaranya. Tatapan hangat dari lawan bicara atau senyum yang mengisyaratkan dukungan bisa saja terlewatkan.

Mengutip Psychology Today, situasi ini berkaitan dengan negativity bias atau kebiasaan otak yang lebih mudah mengingat hal-hal buruk dibandingkan hal-hal baik. Ketika sedang merasa gugup kita cenderung memikirkan kesalahan kecil yang sebenarnya belum tentu disadari orang lain.

Membiarkan kondisi ini terus terjadi akan membuat seseorang menjadi sedih dan gelisah. Pikiran-pikiran negatif tersebut bisa membuat seseorang tidak percaya diri membangun hubungan lebih dekat dengan orang lain.

Cara mengurangi perasaan takut tidak disukai

Mengetahui adanya fenomena liking gap bisa membantu kita untuk mengatasi kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi pemikiran tidak disukai orang lain.

Cobalah untuk lebih banyak memerhatikan orang lain dibandingkan diri sendiri saat sedang berinteraksi. Lihat ekspresi wajah lawan bicara, dengarkan dengan fokus, dan tunjukkan rasa antusias berbicara dengannya.

Uniknya, semakin sedikit memikirkan bagaimana orang lain menilai diri kita maka semakin baik kesan yang kita berikan. Hal ini bisa terjadi karena kita akan lebih fokus untuk memerhatikan lawan bicara, sehingga feedback yang kita berikan juga lebih baik dan interaktif.

Selain itu, jangan terlalu memikirkan kesalahan kecil. Momen canggung seperti terbata-bata atau memberikan jokes yang tidak membuat orang lain tertawa adalah hal yang wajar. Yang paling penting adalah keseluruhan obrolannya bukan satu momen canggung.

Mulailah untuk tidak membiasakan diri bergantung pada orang lain untuk merasa berharga. Tidak perlu merasa kurang disukai karena tidak mendapatkan respon yang diharapkan saat berbincang dengan orang lain. Cobalah mulai menerima diri sendiri dan lakukan refleksi diri.