NADIKABAR.COM — Seremoni serah terima jabatan (sertijab) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) antara pejabat lama Suharyanto dan pejabat baru Kristomei Sianturi di agendakan berlangsung di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) BNPB di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat siang.

"Di Sentul (Gedung Pusdiklat BNPB)," kata Kepala Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Meski tidak merinci alasan pemilihan lokasi di luar Kantor BNPB Pusat Jakarta, dia mengonfirmasi rangkaian acara inti dijadwalkan mulai bergulir tepat pukul 14.00 WIB.

Sementara itu berdasarkan pantauan di Kantor BNPB Pusat, Jalan Pramuka, Jakarta suasana tampak lenggang, dengan penjagaan oleh sejumlah aparat kepolisian.

Papan karangan bunga ucapan selamat serah terima jabatan Kepala BNPB dari sejumlah organisasi kementerian-lembaga dan kalangan masyarakat tampak menghiasi sekeliling halaman gedung megah berlantai 12 itu.

Diketahui, Suharyanto menjabat sebagai Kepala BNPB pada 17 November 2021 menggantikan Letjen TNI Ganip Warsito. Selama memimpin lembaga tersebut Suharyanto menekankan pentingnya respons cepat, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak, serta penguatan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Kepemimpinannya berlangsung di tengah beragam tantangan kebencanaan, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bahkan termasuk penyelesaian konflik sosial antarsuku dan mitigasi kelaparan akibat anomali iklim bagi masyarakat pegunungan Indonesia yang semuanya membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Kemudian pada Kamis 15 Oktober 2026 Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai penggantinya. Dengan berakhirnya masa jabatan tersebut, Suharyanto menutup pengabdiannya sebagai Kepala BNPB.

Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menggantikan Suharyanto.