"Ada, justru dengan adanya sesar itu, itu ada potensi kegempaannya. Maksimum kalau yang di Sesar Waru itu kan 6,7, dan di Surabaya itu potensi maksimumnya magnitudo 6,8. Jadi itu potensi yang tersimpan di dalam sesar itu ketika pada suatu saat gempa bisa maksimum seputar itu," kata Suwarto.
Meski begitu, Suwarto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menegaskan angka magnitudo tersebut adalah batasan potensi energi terburuk yang tersimpan secara ilmiah, bukan ramalan gempa yang pasti terjadi dalam waktu dekat.
"Tapi kan kita enggak tahu ya, wallahu a'lam apakah akan terjadi. Kapan-kapannya kita enggak tahu, kemudian apakah besar magnitudonya itu sampai maksimum atau hanya kecil. Patahnya juga tidak patah semua bisa jadi, mungkin hanya sebagian. Potensi-potensi itu kita hanya bisa memperkirakan," pungkasnya.