Karena tidak ada bukti bahwa minum air dingin lebih efektif untuk menurunkan berat badan daripada air suhu ruangan atau air hangat, Anda harus memilih suhu apa pun yang membantu Anda minum paling banyak dan tetap terhidrasi secara optimal, yang merupakan kunci untuk keseimbangan energi.

Studi menunjukkan bahwa orang yang dehidrasi cenderung memiliki BMI yang lebih tinggi dan lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan dengan orang yang terhidrasi dengan baik. Selain itu, minum lebih banyak air dapat membantu Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori, menciptakan defisit kalori yang dibutuhkan untuk mengurangi lemak tubuh berlebih.8

Meskipun suhu air biasanya tidak berpengaruh pada hidrasi atau kesehatan secara keseluruhan, ada beberapa situasi di mana satu pilihan mungkin lebih baik. Air dingin atau sejuk dapat meningkatkan kenyamanan termal dan membantu pengaturan suhu selama berolahraga atau kerja fisik.

Bagi orang dengan gangguan menelan atau kondisi esofagus, suhu air dapat memengaruhi kenyamanan dan kemudahan menelan bagi orang dengan beberapa kondisi medis, seperti gangguan motilitas esofagus.

Meminum air dingin bagi orang dengan sensitivitas gigi atau sakit kepala dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada mereka yang memiliki gigi sensitif dan memicu sakit kepala pada beberapa orang. Air dingin dan air hangat sama-sama menghidrasi Anda dengan baik, jadi pilihan terbaik adalah yang akan Anda minum secara konsisten.

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti