NADIKABAR.COM β€” Sebanyak 140 personel Satuan Polisi Bentukan (Formed Police Unit/FPU) 7 dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA) menyelesaikan penugasan selama satu tahun tanpa insiden berarti.

Kepala Satgas FPU 7 MINUSCA Kombes Pol. Norhayat di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin, mengatakan situasi keamanan di wilayah konflik menuntut seluruh personel tetap waspada selama menjalankan tugas.

"Ya pastinya, ya. Karena kita berada di sana, tantangan terutama terkait dengan situasi keamanan, namanya juga daerah konflik, pasti kita tetap harus waspada. Kita harus siap untuk menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tapi alhamdulillah selama 1 tahun tidak ada insiden yang berarti, ya. Semua bisa kita lewati," katanya.

Selain situasi keamanan, Norhayat mengungkapkan perbedaan kondisi cuaca menjadi tantangan yang cukup berat bagi personel selama bertugas di Afrika Tengah.

β€œTantangan tentunya karena kita pergi jauh ke Afrika dan cuaca semuanya berbeda. Di sana sering kita menghadapi cuaca yang ekstrem seperti hujan badai. Itu paling tantangan yang sangat terasa,” ujarnya.

Norhayat mengatakan personel satgas juga menghadapi tantangan saat menjalankan tugas pengamanan tahapan pemilihan umum di negara tersebut.

Menurut dia, peningkatan ketegangan politik selama tahapan pemilu menjadi perhatian tersendiri karena penugasan berlangsung di wilayah yang masih menghadapi konflik.

β€œPemilu sepertinya kalau pemilu tidak jauh berbeda dengan di kita juga, ya. Namanya pemilu pasti tensi politik meningkat, apalagi daerah konflik. Kita melaksanakan tugas sesuai dengan yang diamanatkan kepada kita saja, sesuai dengan mandat (perlindungan masyarakat sipil, red.),” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Norhayat mengatakan seluruh personel Satgas FPU 7 MINUSCA mampu menjalankan penugasan selama satu tahun tanpa mengalami insiden berarti.

Selain melaksanakan tugas pengamanan dan perlindungan masyarakat sipil, satgas juga menggelar kegiatan sosial untuk membangun hubungan dengan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut antara lain berupa kunjungan ke gereja dan sekolah serta pemberian bantuan perlengkapan belajar kepada anak-anak.

β€œKami juga melaksanakan kegiatan social outreach atau kita laksanakan bakti sosial di sana. Kami datang ke gereja, ke sekolah-sekolah untuk bersosialisasi dengan warga di sana. Kemudian, kami juga memberikan bantuan seperti tas, alat tulis kepada anak-anak. Mereka senang sekali atas kehadiran kita di sana,” katanya.

Satgas FPU 7 MINUSCA merupakan kontingen Polri yang bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.

Sebanyak 140 personel satgas diberangkatkan pada 10 Oktober 2025 untuk menjalankan misi selama satu tahun.

Setelah menyelesaikan penugasan tersebut, seluruh personel telah kembali ke Indonesia.

Atas pengabdian mereka, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana kepada anggota Satgas FPU 7 MINUSCA.

Penganugerahan tanda kehormatan tersebut dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 71/TK/2026 tertanggal 7 September 2026, dengan penyematan oleh Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dalam upacara purna tugas di Mabes Polri, Senin.

Sementara itu, penugasan pemeliharaan perdamaian Polri di Republik Afrika Tengah dilanjutkan oleh Satgas FPU 8 MINUSCA yang telah ditempatkan di Bangui.