Karena itu, Kemensos memadukan pendidikan dengan rehabilitasi sosial. Anak-anak yang membutuhkan pemulihan mendapatkan pendampingan terlebih dahulu sebelum bergabung dalam pembelajaran di Sekolah Rakyat.
"Data-data yang kami miliki memang anak-anak ini memerlukan di samping edukasi juga rehabilitasi," jelas Gus Ipul.
Pendampingan tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan, kesiapan belajar, serta kebutuhan emosional anak. Pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat, dan matrikulasi menjadi bagian dari proses untuk membantu siswa menyesuaikan diri dan mengejar ketertinggalan.
Setelah satu tahun pendampingan, perubahan mulai terlihat. Anak-anak yang semula menghadapi persoalan kesehatan dan belum memiliki semangat belajar kini semakin sehat, bugar, serta percaya diri menatap masa depan. Orang tua juga semakin bersemangat mendampingi pendidikan anak-anaknya.
Perubahan itu terlihat dalam penampilan para siswa pada peringatan satu tahun Sekolah Rakyat. Mereka penuh percaya diri menampilkan Tari Saman, Tari Kreasi Spirit of Cenderawasih, Tari Komodo, pembacaan puisi, atraksi bela diri, drum band, penampilan koreografi tongkat Pramuka, baris variasi, hingga pertunjukan kolosal. Dari sisi prestasi, mereka juga berhasil meraih ratusan penghargaan tingkat nasional dan internasional.
"Terharu atas perkembangan mereka selama 1 tahun terakhir ini," ungkap Gus Ipul.
Untuk mendukung pembinaan siswa, pemerintah terus memperkuat sarana pendidikan. Dari 100 titik pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini, 93 titik telah digunakan, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Kemensos juga terus memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, pengasuh, dan tenaga pendukung melalui seleksi terbuka. Pembenahan dilakukan secara bertahap agar pembelajaran dan pengasuhan dapat berjalan dengan baik.