"Kami terus berbenah, kami terus memperbaiki, mencukupi seluruh kekurangan-kekurangan itu," tegas Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan secara terpadu. Pendidikan anak berjalan beriringan dengan perlindungan sosial dan pemberdayaan orang tua.
Keluarga siswa mendapatkan dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan melalui Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), perbaikan rumah, serta pemberdayaan ekonomi.
Tercatat 10.140 rumah orang tua siswa telah diperbaiki, 11.274 orang tua menerima bantuan modal usaha, dan 9.021 orang tua mendapatkan layanan rehabilitasi sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
"Jadi ini pendekatannya utuh sebagai model pengentasan kemiskinan yang terpadu," kata Gus Ipul.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Sosial RI (Wamensos) Agus Jabo Priyono; Wakil Menteri Kebudayaan RI (Wamenbud) Giring Ganesha; Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher; Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan; Rektor Universitas Pertahanan (UNHAN) Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho; Founder ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian; serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (Ketum IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono.
Turut hadir pula Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Hasan Chabibie; Direktur Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial Supomo; Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih; jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemensos; staf khusus (stafsus) dan tenaga ahli (TA) Mensos; serta ratusan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (tendik), siswa, pendamping PKH, TKSK, PSM; dan kader Karang Taruna