"Karena itu, Sekolah Rakyat bekerja dengan dua pendekatan sekaligus: edukasi dan rehabilitasi. Mendidik, sekaligus memulihkan," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan pendampingan dilakukan oleh sekitar 5.000 guru, 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama. Siswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan mengikuti matrikulasi selama tiga bulan sebagai persiapan pembelajaran.

Capaian Sekolah Rakyat turut terlihat dari kesempatan yang diperoleh para lulusannya. Pada 2026, 12 lulusan SMA Sekolah Rakyat melangkah ke tahap yang lebih baik.

"7 di antaranya kini kuliah dengan beasiswa penuh, dan 5 lainnya telah bekerja sesuai minat dan bakatnya," ujar Gus Ipul.

Dukungan Sekolah Rakyat juga menyasar keluarga siswa. Seluruh keluarga prasejahtera menerima bansos lengkap.

"Lebih dari 10 ribu rumah orang tua siswa telah diperbaiki, Lebih dari 11 ribu orang tua telah menerima bantuan modal usaha; dan Lebih dari 9 ribu orang tua mendapatkan layanan rehabilitasi sosial ATENSI," tutur Gus Ipul.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang dijalankan oleh Kementerian Sosial. Menurutnya, program ini membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah.