Di Sulawesi Selatan, jumlah Sekolah Rakyat yang semula sembilan lokasi direncanakan bertambah menjadi sekitar 15 lokasi. Penambahan ini diproyeksikan mampu menampung hingga 15.000 siswa yang nantinya akan memperoleh fasilitas asrama, pendidikan, serta pendampingan guru memadai.
"Ini sangat membantu untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem," pungkas Andi.
Dalam acara peringatan ini, ratusan siswa Sekolah Rakyat turut menampilkan bakat dan keterampilan hasil pembinaan, mulai dari drum band, pencak silat, dan karate hingga koreografi kepramukaan menggunakan tongkat dan bendera semapur. Mereka juga memperagakan variasi baris-berbaris yang dipimpin Komandan Pleton (Danton) Fadli dan berhasil mendapatkan sambutan meriah dari para hadirin.
Pertunjukan berlanjut dengan drama teatrikal dongeng Ikukang yang dinarasikan Aqifa Alfina Laela. Suasana semakin semarak dengan iringan lagu "Gebyar-Gebyar", pembacaan puisi, serta pengucapan Sumpah Pemuda oleh M. Yusuf yang diikuti ribuan hadirin secara serentak.
Pertunjukan dilanjutkan dengan beragam drama musikal tentang anak-anak dari keluarga prasejahtera yang menemukan harapan dan meraih cita-cita melalui Sekolah Rakyat. Kisah ini menggambarkan bagaimana akses pendidikan yang setara membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, Founder ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian, serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono.
Turut hadir Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemensos, staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta ratusan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, pendamping PKH, TKSK, PSM, dan kader Karang Taruna.