Hashim menyampaikan, keputusan ekspor tersebut diambil di tengah meningkatnya stok beras nasional yang telah mencapai 5,3 juta ton. Sementara seluruh gudang Perum Bulog sudah penuh.

Atas kondisi itu kata Hashim, daripada mengeluarkan biaya untuk sewa gedung untuk menyimpan stok beras itu, maka pemerintah memutuskan melakukan ekspor ke Malaysia.

"Saya dengar ya Pak Amran, kemarin saya bicara, sudah 5,3 juta ton, maka semua gudang bulog sudah penuh, maka harus disewa gudang-gudang swasta. Dan itu mahal, lebih murah kalau kita ekspor," terang Hashim.