"Sebagian besar aktivitas yang telah kami tinjau sejauh ini melibatkan tugas penelitian rutin, seperti mengakses konten web publik untuk menjawab pertanyaan," kata juru bicara OpenAI kepada The New York Times, seperti dikutip dari Engadget, Senin (28/9/2026).

"Beberapa insiden melibatkan website pemerintah karena model kami sering menggunakannya sebagai sumber informasi publik yang paling resmi," sambungnya.

Dalam postingan di X, CEO OpenAI Sam Altman mengatakan pihaknya belum berhasil mengungkap insiden ini secepat yang diinginkan. Ia menambahkan insiden Hugging Face saat ini merupakan insiden paling serius yang pernah dilaporkan.

"Kami memprioritaskan sebaik mungkin berdasarkan tingkat keparahan," ujar Altman.