Menurutnya target transaksi setinggi ini bukan hal yang mustahil mengingat ekonomi digital Indonesia terus mengalami pertumbuhan menjadi sekitar US$ 100 miliar pada 2025 kemarin. Indonesia juga telah menjadi salah satu pasar utama video commerce.

"Jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90% yaitu 2,6 miliar transaksi," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengatakan Harbolnas merupakan program kolaborasi pemerintah dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV sekaligus menjadi stimulus peningkatan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

Budi menyampaikan bahwa nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 36,4 triliun atau naik 17% dibandingkan 2024 yang sebesar Rpb31,2 triliun. Dari total transaksi tersebut, produk lokal menyumbang sekitar 45% dari total transaksi dengan nilai capai Rp 16,6 triliun.