Melansir dari situs remis T&A Bata Shoes, kakak-beradik Bata ini mendirikan 'pabrik' sepatu Bata pertama mereka pada 1894 dengan mempekerjakan sekitar 10 orang pembuat sepatu. Namun tidak lama setelahnya perusahaan ini dengan cepat mempekerjakan sekitar 50 orang.
Barulah pada 1897, Bata dengan cepat beradaptasi dan mulai menggunakan mesin pembuat sepatu pertama yang digerakkan oleh uap. Kondisi ini menjadikan Bata sebagai perusahaan pertama di Eropa yang berhasil melakukan memproduksi sepatu secara massal.
Singkat cerita, pada 1905 Bata bisa membuat sekitar 2.200 sepatu per hari dan menjadikannya sebagai produsen alas kaki terbesar di Eropa. Dari sana mereka terus memperbesar skala produksi perusahaan hingga mempekerjakan sekitar 600 orang.
Kesuksesan besar Bata pertama kali adalah usai mendapatkan orderan sepatu tentara Austro-Hongaria. Kala itu Bata diminta untuk memproduksi sebanyak 50.000 buah sepatu sepanjang perang tersebut.
Mengutip lama resmi BATA, pada tahun 1931, nama Bata mulai terukir di Indonesia. Di mana BATA bekerja sama dengan NV Netherlandsch-Indisch sebagai importir sepatu yang beroperasi di Tanjung Priok.
Enam tahun kemudian, Tomas Bata mendirikan pabrik sepatu di tengah perkebunan karet di kawasan Kalibata, yang berlokasi di Jalan Kalibata Raya, Jakarta Selatan. Produksi sepatu sendiri telah berjalan sejak 1940.