Pada tahun 2020, acara tersebut diselenggarakan secara daring akibat pandemi COVID-19. Pada tahun berikutnya, acara tersebut diselenggarakan secara hibrid, di mana al-Sisi menyumbang pesan video yang telah direkam. Ketika Sidang Umum kembali diselenggarakan secara luring pada tahun-tahun berikutnya, ia tidak lagi hadir.
Presiden Nigeria, Bola Tinubu, sebagai tokoh berpengaruh ketiga dari Afrika tidak hadir di Sidang Umum PBB tahun ini. Mengutip media Nigeria, juru bicara presiden mengatakan bahwa negara Afrika Barat tersebut akan diwakili sepenuhnya dan secara efektif oleh Wakil Presiden Kashim Shettima. Tinubu dikabarkan sedang berlibur sejak akhir Agustus. Awalnya ia berada di Inggris, kini ia melanjutkan perjalanannya ke Prancis.
Perdana Menteri India Narendra Modi jarang hadir dalam Sidang Umum PBB: Terakhir kali ia berpidato di podium New York adalah pada tahun 2021. Namun sejak saat itu, negara demokrasi terbesar di dunia ini selalu mengirim Menteri Luar Negerinya, Subrahmanyam Jaishankar. Sementara itu, menurut media India, Modi bahkan sempat masuk dalam daftar pembicara tahun ini. Alasan mengapa rencana tersebut berubah, tidak diketahui.
Ketidakhadiran Presiden China, Xi Jinping, memberikan ruang interpretasi yang sangat luas. Pasalnya, Xi melakukan perjalanan melintasi Samudra Pasifik ke bagian timur Amerika Serikat, tapi tidak menghadiri sidang PBB melainkan ke Washington yang berjarak sekitar 300 kilometer dari sana untuk melakukan kunjungan kenegaraan penuh termasuk memenuhi undangan jamuan makan malam Gedung Putih.
Meski begitu, Beijing tidak menyebutnya secara eksplisit, kesamaan waktu ini seolah memberi kesimpulan: Xi memprioritaskan diplomasi adidaya dibanding multilateralisme PBB. Hal ini terkait hubungan perdagangan kedua negara, transparansi di bidang AI , serta keamanan Taiwan.
Hampir sama jarangnya dengan Xi Jinping, Kepala Negara Rusia Vladimir Putin juga belum pernah tampil di podium pidato Majelis Umum PBB. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa tahun ini pula Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov yang akan berbicara mewakili Federasi Rusia di sana. Hal ini bahkan telah ditetapkan Putin melalui dekrit presiden yang dikeluarkannya tahun ini, tanpa menyebut alasannya.
Kemenlu RI menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto akan berada di dalam negeri untuk berfokus pada urusan domestik. Kementerian tersebut menekankan bahwa ketidakhadiran presiden tidak menyurutkan komitmen Jakarta akan komitmen pada PBB dan diplomasi multilateral. Kehadiran Prabowo diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.