Murata awalnya ditangkap atas dugaan penerobosan ilegal dan menjalani evaluasi kejiwaan sebelum didakwa pada Juli lalu atas tuduhan tersebut dan tuduhan lainnya. Pihak GSDF kemudian memberhentikannya pada Agustus.

Insiden ini terjadi setelah hubungan Jepang-China memburuk menyusul pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada November 2025 bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu respons dari Pasukan Bela Diri.

Penerjemah: M Razi Rahman