Tim tersebut memotret sidik jari dan mengukur rata-rata jarak rata-rata antar garis, yang akan melebar seiring pertumbuhan seseorang. Setiap patung punya satu hingga lima sidik jari berbeda, baik di kepala, lengan, zirah pelindung, tangan, kerah, bahkan di kaki, yang tampaknya tertinggal tidak sengaja selama proses produksi.
Studi-studi sebelumnya kesulitan membedakan antara sidik jari perempuan dewasa dan remaja laki-laki. Maka, tim ini menganalisis seluruh sidik jari secara bersamaan alih-alih mengklasifikasikannya satu per satu, lalu membandingkannya dengan data sidik jari modern untuk berbagai usia dan jenis kelamin.
Para arkeolog lama berasumsi bahwa produksi kerajinan skala besar pada masa Dinasti Qin hanya mengandalkan pria dewasa. Para periset menduga pekerja yang lebih muda mungkin adalah peserta magang yang diberi tugas lebih sederhana, seperti memasang dekorasi pada zirah.