"Operasi katarak ini sangat spesifik dan berkesan, karena begitu selesai dioperasi, pasien bisa langsung melihat hasilnya detik itu juga. Beda dengan obat atau operasi lainnya yang belum tentu langsung terasa sembuh," tambahnya.

Sementara itu, Bendahara DPBK Perdami Pusat dr. Andi Elizar Asriyani, Sp.M, M.Kes. mengatakan kerja sama Sido Muncul dengan PERDAMI telah dilakukan dalam kurun waktu yang lama yaitu dari tahun 2011.

Adapun pemilihan Gorontalo sebagai lokasi bakti sosial operasi katarak gratis ini karena kesiapan daerah dan juga prevalensi penderita katarak yang ada di daerah.

"Sebenarnya seluruh wilayah Indonesia ya, cuma kali ini kebetulan yang lagi siap di Gorontalo. Jadi kita seluruh Indonesia sudah banyak banget, merata dari seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Tergantung kesiapan daerah atau kita lihat dulu lah mana yang lagi banyak," imbuhnya.

dr. Andi pun mengungkapkan Indonesia masih memiliki PR yaitu banyaknya backlog katarak. Namun, karena keterbatasan untuk melakukan operasi, maka PERDAMI membutuhkan bantuan dari pihak swasta, dan salah satunya adalah Sido Muncul yang disebut menjadi penyumbang terbanyak.

"Jadi semua daerah sih sangat membutuhkan, terutama daerah-daerah yang tidak ada dokter spesialis mata. Tidak semua daerah ada dokter spesialis mata, jadi kita lihat kondisi daerah tersebut. Dan bagaimana akses ke tempat pelayanan kesehatannya juga, apakah mudah dijangkau atau tidak. Kadang-kadang ada juga yang sulit dijangkau, jadi kami yang harus datang ke daerah tersebut untuk melakukan operasi katarak," ungkap dr. Andi. (adv/adv)