NADIKABAR.COM — Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Bendahara DPBK Perdami Pusat dr. Andi Elizar Asriyani, Sp.M, M.Kes., di Kantor Sido Muncul, Gedung House of Jamu, Jakarta Selatan, Sabtu, (3/10).

Rencananya, baksos operasi katarak gratis bagi 100 pasien penderita katarak ini akan digelar di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo, pada 13-14 Oktober 2026 mendatang.

Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyampaikan adanya bakti sosial operasi katarak gratis ini dapat membantu mengurangi angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya.

"Sejak tahun 2011, Tolak Angin dan Kuku Bima bekerja sama dengan Perdami telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Tahun ini, kami sudah mengoperasi sebanyak 785 penderita katarak. Memang belum menghilangkan seluruh backlog, tetapi setiap operasi pasti menguranginya. Kali ini kami membantu 100 pasien. Yang terpenting bagi kami adalah bisa ikut berpartisipasi membantu masyarakat," ujar Irwan Hidayat, Sabtu (3/10/2026).

Irwan mengatakan bantuan ini kerap diberikan Sido Muncul untuk mengisi celah yang tidak dapat ditangani oleh BPJS Kesehatan. Sido Muncul dan dunia usaha lainnya akan turut berpartisipasi mengisi celah-celah kekurangan tersebut.

"(Bantuan ini) bekerja sama dengan Perdami dan organisasi-organisasi masyarakat di daerah-daerah," kata Irwan.

Sido Muncul memang kerap melakukan banyak kegiatan CSR mulai dari operasi katarak, bibir sumbing, hingga pencegahan stunting. Untuk melakukan kegiatan itu, Sido Muncul menyiapkan dana yang dialokasikan dari CSR dan dana iklan.

Seperti peribahasa 'Sekali mendayung, 2 3 pulau terlampaui', Sido Muncul pun menjadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk membantu sesama dan juga mempromosikan produknya, yaitu Tolak Angin dan Kuku Bima.

Irwan juga menjelaskan keberlanjutan usaha tidak semata-mata diukur dari besarnya bisnis, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat.

"Kami ingin promosi yang sekaligus membawa manfaat. Jadi, saya menggunakan seluruh kemampuan dana Tolak Angin dan Kuku Bima untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat. Dana yang digunakan pun bukan hanya dari anggaran CSR, tetapi juga dari anggaran iklan," jelas Irwan.

Ia mengatakan kegiatan CSR ini akan terus dilakukan oleh Sido Muncul, sebab katarak adalah penyakit degeneratif. Banyak masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan, tetapi belum mendapatkan akses pengobatan yang memadai.

"Pemerintah memang ada BPJS, tapi tidak semua tercover, dan kami masuk di sela-sela itu. Di situlah kami ingin hadir," tutur Irwan.

Irwan juga berharap para penderita katarak tidak memiliki kekhawatiran dan persepsi negatif mengenai operasi katarak, agar katarak pada mata mereka dapat segera tertangani.

"Kesehatan mata adalah faktor penting penentu kualitas hidup seseorang. Kalau orang itu sudah kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang. Semoga operasi katarak ini tidak menjadi hal yang menakutkan untuk masyarakat, khususnya para penderita katarak," ucap Irwan

"Operasi katarak ini sangat spesifik dan berkesan, karena begitu selesai dioperasi, pasien bisa langsung melihat hasilnya detik itu juga. Beda dengan obat atau operasi lainnya yang belum tentu langsung terasa sembuh," tambahnya.

Sementara itu, Bendahara DPBK Perdami Pusat dr. Andi Elizar Asriyani, Sp.M, M.Kes. mengatakan kerja sama Sido Muncul dengan PERDAMI telah dilakukan dalam kurun waktu yang lama yaitu dari tahun 2011.

Adapun pemilihan Gorontalo sebagai lokasi bakti sosial operasi katarak gratis ini karena kesiapan daerah dan juga prevalensi penderita katarak yang ada di daerah.

"Sebenarnya seluruh wilayah Indonesia ya, cuma kali ini kebetulan yang lagi siap di Gorontalo. Jadi kita seluruh Indonesia sudah banyak banget, merata dari seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Tergantung kesiapan daerah atau kita lihat dulu lah mana yang lagi banyak," imbuhnya.

dr. Andi pun mengungkapkan Indonesia masih memiliki PR yaitu banyaknya backlog katarak. Namun, karena keterbatasan untuk melakukan operasi, maka PERDAMI membutuhkan bantuan dari pihak swasta, dan salah satunya adalah Sido Muncul yang disebut menjadi penyumbang terbanyak.

"Jadi semua daerah sih sangat membutuhkan, terutama daerah-daerah yang tidak ada dokter spesialis mata. Tidak semua daerah ada dokter spesialis mata, jadi kita lihat kondisi daerah tersebut. Dan bagaimana akses ke tempat pelayanan kesehatannya juga, apakah mudah dijangkau atau tidak. Kadang-kadang ada juga yang sulit dijangkau, jadi kami yang harus datang ke daerah tersebut untuk melakukan operasi katarak," ungkap dr. Andi. (adv/adv)