NADIKABAR.COM — Dari lintasan hingga layar televisi, pencahayaan memainkan peran penting dalam menghadirkan pengalaman Formula One (F1) yang optimal. Melalui kolaborasi dengan Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team, Signify menghadirkan inovasi pencahayaan yang mendukung performa dan kesejahteraan tim, sekaligus mendekatkan atmosfer balapan kepada penggemar.
Teknologi pencahayaan Signify bahkan turut mendukung ajang balapan malam ikonik di Singapura yang berlangsung di Marina Bay Street Circuit beberapa minggu lalu. Pencahayaan menjadi elemen penting untuk memastikan lintasan terlihat jelas bagi pembalap sekaligus mendukung kualitas siaran yang dinikmati penggemar melalui layar televisi.
Pembahasan mengenai peran pencahayaan dalam menghadirkan pengalaman F1 tersebut diangkat dalam diskusi 'Lighting Every Dimension of F1' menjelang F1 GP Singapura 2026. Diskusi ini menghadirkan perwakilan Signify, perusahaan teknologi pencahayaan, dan DZ Engineering, spesialis penerangan serta infrastruktur keselamatan F1.
Dalam penyelenggaraan F1 GP Singapura 2026, Signify dan DZ Engineering bekerja sama menghadirkan sistem pencahayaan untuk balapan malam hari. Lebih dari 1.600 lampu sorot LED Philips ArenaVision gen3.5 dipasang sepanjang sirkuit, didukung rangka setinggi 10 meter dan penggunaan lebih dari 220 km kabel.
Pemasangan lampu dilakukan secara strategis untuk memastikan lintasan mendapatkan pencahayaan yang terang dan merata. Arah serta sudut lampu juga disesuaikan untuk meminimalkan bayangan dan silau yang dapat mempengaruhi visibilitas pembalap saat melaju dalam kecepatan tinggi.
General Manager DZ Engineering Roberto Grill menyebut pihaknya bekerja maksimal demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi pembalap dan fans untuk race malam hari F1. Untuk F1 GP Singapura, DZ Engineering melakukan persiapan hampir 6 bulan sebelum balapan.
Roberto Grill mengungkapkan, "Singapura merupakan contoh nyata bagaimana peran pencahayaan dalam olahraga telah berkembang, dari sekadar memberikan visibilitas, mendukung performa, hingga menciptakan pengalaman.Saat pertama kali mulai mengerjakan sistem pencahayaan untuk balapan malam di Singapura, belum ada acuan yang bisa dijadikan pedoman. Kami harus merancang sistem pencahayaan yang mengutamakan kebutuhan pembalap, sekaligus memenuhi kebutuhan operasional balapan, penyiaran, petugas, dan penonton."
"Selain itu, karena sirkuit jalan raya ini bersifat sementara, kota yang sudah ada tetap menjadi bagian dari lingkungan di sekitarnya. Kami harus menyesuaikan sistem pencahayaan dengan kondisi kota, bukan mengubah kota agar sesuai dengan sistem pencahayaan. Semua ini harus tetap memenuhi standar konsistensi, keandalan, dan keselamatan yang dibutuhkan untuk balapan malam," tambahnya.
Dalam kesempatan terpisah, NadiKabar juga melakukan wawancara dengan CEO Signify, As Tempelman. Dia mengatakan kemitraan dengan Mercedes-AMG Petronas F1 Team bukan hanya terbatas pada visibilitas, namun juga berbagi pikiran soal inovasi dan performa. Momen ini menjadi ajang pembuktian kualitas teknologi lampu Signify dalam cuaca ekstrem sekaligus mengajak konsumen bergembira ria dalam acara balapan F1.
"Untuk balapan malam di Singapura, pencahayaan performa tinggi harus bisa memberikan presisi, keamanan dan efisiensi energi, sambil menciptakan pengalaman luar biasa untuk para tim dan fans," kata Tempelman.
Singapura menurut Tempelman berada di garis depan dalam hal inovasi. Asia Tenggara pun Kawasan yang tumbuh ekonominya dengan cepat. Potensi tersebut juga tercermin di Indonesia, yang menurut Tempelman merupakan pasar besar dan penting bagi Signify. Perusahaan ini memiliki sejarah panjang di Indonesia melalui merek Philips Lighting yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari 130 tahun.
"Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang mengadopsi penerangan pintar secara global. Ketika kota-kota lain mencoba menemukan dan membicarakannya, Indonesia dengan cepat mewujudkannya, dan Jakarta merupakan salah satu infrastruktur kota pintar terbesar yang sudah menggunakan solusi kami, yaitu penerangan jalan pintar," kata Tempelman kepada NadiKabar.
"Kami juga sudah bekerja sama dengan Jakarta untuk melakukan peningkatan dengan cara yang sangat ramah lingkungan, menggunakan pendekatan circularity (sirkularitas) untuk infrastrukturnya. Kami turut mendukung Indonesia dalam hal infrastruktur pintar dan berkelanjutan, termasuk pencahayaan tenaga surya, yang juga sangat besar di sana," ujarnya.
As Tempelman berharap teknologi pencahayaan yang disediakan Signify mampu meningkatkan kehadiran rumah, bangunan, hingga kota yang lebih pintar untuk kenyamanan penggunanya.
"Kami melihat potensi signifikan untuk tata cahaya terkoneksi dan cerdas untuk menciptakan lingkungan yang lebih pintar dan efisien mulai dari jalur balapan, tempat kerja, kota dan rumah," ujarnya.
Kolaborasi Signify dengan Mercedes-AMG Petronas F1 Team juga mencakup penerapan teknologi pencahayaan canggih baik di dalam maupun di luar lintasan. Salah satunya di kantor pusat tim yang berlokasi di Inggris, teknologi NatureConnect dari Signify yang meniru siklus alami cahaya matahari di area tanpa jendela, sehingga membantu para tim engineer tetap fokus selama sesi simulator yang berlangsung berjam-jam.
Co-Owner, Team Principal & CEO Mercedes-AMG Petronas F1 Team, Toto Wolff, mengatakan performa dalam Formula One berkaitan dengan upaya meraih peningkatan di setiap aspek. Hal ini termasuk dalam menciptakan lingkungan kerja yang tepat bagi seluruh tim.
"Melalui kemitraan dengan Signify, kami dapat memanfaatkan keahlian mereka di bidang pencahayaan, baik dalam operasional di lintasan balap maupun di fasilitas kami di Brackley. Singapura, sebagai salah satu ajang balap malam paling ikonik dalam olahraga ini, menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menampilkan hasil dari upaya tersebut," kata Toto Wolff.
Dari lintasan balap hingga ruang keluarga, teknologi pencahayaan memiliki peran yang semakin luas dalam membentuk pengalaman F1. Jika di sirkuit pencahayaan mendukung visibilitas, keselamatan, dan kebutuhan siaran, di rumah pencahayaan cerdas memberikan kesempatan bagi penggemar untuk menikmati atmosfer balapan dengan cara yang lebih personal.
Teknologi pencahayaan tidak hanya berperan penting dalam memastikan visibilitas pembalap di lintasan, tetapi juga mendukung kualitas tayangan yang dinikmati penggemar di rumah. Pencahayaan yang tepat memungkinkan aksi balapan malam hari ditampilkan dengan kualitas visual optimal, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif.
Chandra Vaidyanathan selaku EVP Consumer Business Emerging Markets and Managing Director Singapore di Signify mengatakan bahwa sistem pencahayaan yang akurat berperan penting dalam menghadirkan pengalaman terbaik, baik bagi pembalap maupun penggemar F1.
"Teknologi pencahayaan tidak hanya membantu pembalap melihat lintasan dengan jelas, tetapi juga meningkatkan pengalaman menonton bagi para penggemar. Dengan sistem pencahayaan yang tepat, aksi balapan malam Formula 1 dapat ditampilkan dengan kualitas visual yang optimal di layar televisi. Pengalaman menonton pun bisa terasa lebih imersif, seolah membawa atmosfer balapan ke dalam ruangan," ujarnya dalam diskusi yang dihadiri NadiKabar di Singapura.
Bagi penggemar F1 di Indonesia yang menikmati balapan dari rumah, pengalaman menonton yang lebih imersif juga dapat diciptakan melalui pencahayaan yang terintegrasi dengan tayangan televisi. Signify, melalui brand Philips, menghadirkan Philips Smart Lighting dengan solusi seperti Screen Sync, yang menggunakan kamera untuk menyelaraskan warna pada layar televisi dengan pencahayaan di sekitarnya, serta HDMI Sync, yang menghubungkan pencahayaan dengan perangkat hiburan melalui koneksi HDMI.
Melalui kedua solusi tersebut, pencahayaan dapat mengikuti perubahan warna dan visual di layar secara real-time, sehingga menciptakan suasana menonton yang lebih menyatu dengan tayangan balapan. Dengan dukungan teknologi pencahayaan dari Philips, penggemar F1 di Indonesia dapat menikmati pengalaman menonton yang lebih imersif langsung dari rumah.