NADIKABAR.COM — Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ogah disalahkan sendiri terkait 173 siswa dan guru SMP diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihaknya malah balik menyalahkan korban yang tetap memakan makanan yang disajikan meski sudah tahu dalam kondisi berbau.
Diketahui, ratusan korban mulai mengeluh mengalami gangguan pencernaan hingga dilarikan ke rumah sakit (RS) secara bertahap pada Kamis (3/9/2026). Siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.
Seiring waktu, siswa dan guru yang diduga keracunan MBG dilaporkan bertambah. Laporan Satgas MBG Tator hingga Jumat (4/9) pukul 20.30 Wita, total 173 siswa dan dilarikan di tiga rumah sakit (RS) dan tiga puskesmas berbeda. Mereka mengeluh mengalami mual, muntah, pusing hingga diare.
Di RS Sinar Kasih tercatat ada 50 pasien, namun 42 orang di antaranya telah dipulangkan alias rawat jalan dan 8 lainnya masih rawat inap. Sementara di RSUD Lakipapada ada 79 orang rawat jalan dan 5 rawat inap.
Sementara di RS Fatima terdata ada 31 pasien yang sempat ditangani. Namun 25 orang di antaranya sudah menjalani rawat jalan dan 6 pasien lainnya masih rawat inap.
"Total di RS, rawat inap 19 orang dan rawat jalan 146 orang," ungkap Sekda Tana Toraja Rudhy Andi Lolo kepada NadiKabar, Sabtu (5/9).
Selain itu ada 8 pasien lainnya yang ditangani di tiga puskesmas meski saat ini sudah berstatus rawat jalan. Rinciannya, Puskesmas Rembon 2 orang, Puskesmas Batusura 2 pasien dan Puskesmas Makale 4 orang.
Sebagai informasi, menu MBG yang sempat disajikan adalah ayam dimasak kuning, tempe digoreng tepung, tumis sayur yang berisi labu siam, wortel dan jagung serta buah melon. MBG itu disediakan oleh SPPG Makale Batupapan 1.
Kasus dugaan keracunan MBG itu lantas disikapi DPRD Tana Toraja dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Jumat (4/9). Rapat dihadiri unsur Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari yang membawahi SPPG di Tator, pengelola SPPG Makale Batupapan 1, pihak yayasan yang menjadi mitra SPPG dan orang tua siswa.
RDP yang dipimpin Ketua DPRD Tator Kendek Rante tersebut sempat berjalan alot. Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dicecar sejumlah legislator maupun orang tua yang mempertanyakan penyebab siswa dan guru diduga keracunan MBG.