Perseroan menegaskan pelaksanaan aksi korporasi ini dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi pasar, kepentingan pemegang saham, serta kecukupan permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Hingga Agustus 2026, total aset BNI mencapai Rp1.434,1 triliun atau meningkat 24,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penyaluran kredit tumbuh 27,1 persen (yoy) menjadi Rp977,2 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 29,4 persen (yoy) menjadi Rp1.124,7 triliun.

Dari sisi profitabilitas, BNI membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp28,9 triliun, tumbuh 14,3 persen (yoy). Laba bersih tercatat sebesar Rp14,33 triliun, meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.