Untuk sisa 2026, MEDC tetap mempertahankan target produksi migas sebesar 165-170 mboepd. Perseroan juga menargetkan penjualan listrik 4.550 GWh dan biaya kas produksi di bawah US$10 per boe.

Di sisi belanja modal, MEDC menaikkan guidance capex 2026 menjadi US$450 juta-US$475 juta untuk bisnis migas dan hingga US$50 juta untuk sektor ketenagalistrikan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah proyek, termasuk Senoro Fase 2A dan Sakakemang.

SILO mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk mengakuisisi 14 perusahaan yang memiliki portofolio rumah sakit dari First Real Estate Investment Trust (First REIT). Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp6,91 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 65,54% dari ekuitas SILO per 30 Juni 2026 yang tercatat sebesar Rp10,54 triliun.

Akuisisi akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, SILO akan mengakuisisi delapan perusahaan dengan nilai transaksi Rp4,08 triliun. Kemudian, tahap kedua mencakup enam perusahaan dengan nilai Rp2,83 triliun. Seluruh proses akuisisi ditargetkan selesai pada 2027.

Untuk membiayai transaksi tersebut, SILO memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,50 triliun. Fasilitas ini berasal dari BNI, CIMB Niaga, BCA, DBS Indonesia, MUFG Bank, dan HSBC.

Pinjaman tersebut dijamin dengan sejumlah aset, termasuk hak tanggungan atas properti rumah sakit yang menjadi bagian dari transaksi akuisisi.

BSSR menetapkan pembagian dividen tunai interim I untuk tahun buku 2026 sebesar US$60 juta. Jika dikonversikan, nilainya setara Rp406,16 per saham.

Pembagian dividen tersebut dilakukan setelah perseroan mencatat laba bersih US$63,01 juta pada semester I 2026. Angka itu meningkat 26,86% dibandingkan laba bersih US$49,67 juta pada semester I 2025.

Selain itu, BSSR mencatat saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar US$190,13 juta. Dividen interim yang ditetapkan setara dengan dividend payout ratio 95,22% dari laba bersih semester I 2026.

Pada perdagangan Senin (21/9), saham BSSR ditutup di level Rp5.475 per saham. Dengan harga tersebut, dividen interim yang ditetapkan perseroan setara dengan dividend yield 7,42%.

Cum date dividen untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 29 September 2026. Sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 9 Oktober 2026.