Jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi tujuh unit yang tersebar di tiga lokasi pada tahun depan. BRMS menargetkan sumber daya mineral tembaga dari kegiatan eksplorasi tersebut dapat diterbitkan pada paruh pertama 2027.

Untuk tambang terbuka Poboya, perseroan menyatakan kegiatan pushback telah selesai pada Juli 2026. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, produksi emas dari tambang terbuka diperkirakan meningkat pada paruh kedua 2026.

AUTO memperluas aktivitas engineering dan otomasi manufaktur ke Filipina. Langkah tersebut dilakukan dengan mengirimkan mesin industri dari fasilitas produksi AUTO di Karawang ke Astra Otoparts Philippines.

Mesin yang dikirim terdiri dari Automation Machining Line, Automation Casting Line, dan Special Purpose Machinery. Pengiriman tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan operasional anak usaha perseroan di Filipina.

Ekspansi ini sejalan dengan perkembangan pasar kendaraan roda dua di negara tersebut. Hingga Juni 2026, penjualan kendaraan roda dua Filipina mencapai 939.528 unit atau tumbuh 3,58% secara tahunan (YoY).

Jika melihat periode 2020-2025, pasar kendaraan roda dua Filipina mencatat compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7,50%.

Pertumbuhan pasar tersebut turut mendorong kebutuhan penambahan kapasitas serta penggunaan sistem otomasi dalam proses produksi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendukung ekspansi layanan engineering AUTO ke Filipina.

KLBF berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Dana buyback akan berasal dari kas internal perseroan. Sementara biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya dibatasi maksimal 0,10% dari nilai buyback.

Per 30 Juni 2026, KLBF memiliki total ekuitas sebesar Rp25,76 triliun. Jika seluruh nilai buyback direalisasikan, dana yang digunakan setara dengan sekitar 1,94% dari total ekuitas perseroan.

KLBF memperkirakan aksi tersebut akan berdampak pada penurunan pendapatan bunga sekitar Rp8,40 miliar. Namun, laba per saham secara proforma diperkirakan menjadi Rp81,44, naik dari Rp80,51 pada tahun buku 2025.

Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung paling lama tiga bulan, mulai 17 September hingga 17 Desember 2026.