Simpanse Afrika Barat selama ini dianggap kurang agresif terhadap sesama spesiesnya dibandingkan dengan kerabat mereka di Afrika Timur. Kendati demikian, Southern mengungkapkan kepada IFLScience bahwa timnya baru saja menemukan fakta tak terduga di Loango.
Southern melihat tingkat pembunuhan tahunan antar-kelompok yang ternyata masuk kategori tertinggi di antara semua lokasi penelitian. Tentu saja, para penulis makalah ini ingin mengetahui mengapa serangan-serangan tersebut terjadi, dan mengapa hal itu baru terjadi sekarang.
Para penulis menduga bukan suatu kebetulan bahwa hutan di Gabon mulai menghasilkan lebih sedikit buah akibat perubahan iklim. Bayi gorila kedua yang mati sempat dimakan oleh simpanse, namun bayi gorila pertama tidak diperlakukan sebagai makanan (setidaknya pada awalnya) sehingga kemungkinan besar kekerasan tersebut dipicu oleh persaingan memperebutkan sumber daya, bukan sekadar tindakan memangsa secara langsung.
"Kami baru saja mulai memahami dampak persaingan terhadap interaksi antara kedua spesies kera besar di Loango ini," tutur Pika.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu digali dan ditemukan mengenai kerabat terdekat kita yang masih hidup, dan bahwa Taman Nasional Loango, dengan mosaik habitatnya yang khas, merupakan tempat yang unik untuk melakukan hal tersebut," tandasnya.