NADIKABAR.COM — Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai membongkar laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Pidie, Aceh. Dalam pengungkapan ini, sindikat menyamarkan bahan baku sabu cair ke dalam ember cat akrilik palsu berukuran 20 kilogram.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain Harahap mengatakan penggerebekan dilakukan pada, Rabu (21/10) lalu. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sabu cair dalam kemasan cat.
"Pada malam ini, kita selain membawa tersangka sebanyak 10 dan saksi satu orang, kita juga membawa beberapa barang bukti, yaitu sabu cair yang masih di dalam kaleng cat berukuran 20 kilogram yang disamarkan melalui ember warna hijau merek Titan Pro," kata Zulkarnain, Selasa (27/10/2026).
Dia mengungkap kejanggalan pada kemasan ember cat tersebut menjadi petunjuk pemalsuan. Sebab merk itu tak biasa di tanah air.
"Merek Titan Pro ini belum diproduksi, buatan di luar negeri, itu khususnya untuk cat akrilik. Namun ada perbedaan di dalam embernya itu, yang seharusnya akrilik dirubah menjadi 'akilik', di situ terlihat palsunya," lanjut Zulkarnain.
Selain sabu cair dalam ember cat, kepolisian juga menyita barang bukti lain dari lokasi penggerebekan. Barang bukti tersebut meliputi sabu cair yang sudah dimasak, sabu yang membeku sebelum dikristalisasi, sabu yang sudah mengkristal dan kering, serta sabu siap edar sebanyak 74 bungkus dengan berat total 74 kilogram.
Disebutkan laboratorium gelap ini memproduksi sabu jenis terbaik yang dikenal sebagai blue ice. Zulkarnain menjelaskan arti dari blue ice yang dimaksud.
"Blue Ice itu nama penyebutan bagi jaringan bahwasanya tingkat kualitasnya cukup baik. Kualitasnya murni. Penyebutan penyebutan di jaringan saja," terang Zulkarnain.