Mengutip Straits Times, Kencana telah buka suara. Perusahaan menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang juga terjadi pada sekitar 62 hektare (ha) lahan di dalam area konsesi yang dikelola oleh anak-anak perusahaannya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa kebakaran tersebut merambat dari lahan di sekitarnya, bukan berasal dari kegiatan operasional mereka. Pengungkapan ini disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Singapore Exchange Regulation (SGX RegCo) terkait kebakaran hutan dan lahan gambut yang baru-baru ini terjadi di Indonesia, yang menyebabkan kabut asap lintas batas yang berdampak pada Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Beberapa juga mengatakan adanya kebakaran di dalam area konsesi mereka, namun membantah bahwa mereka yang memulainya.