Singapura juga terus berupaya mendiversifikasi sumber energinya melalui investasi dalam pengembangan panel surya di dalam negeri serta penelitian teknologi yang sedang berkembang, seperti energi nuklir dan panas bumi.

EMA mengatakan Singapore GasCo, perusahaan yang bertindak sebagai pembeli dan pemasok utama gas alam, secara operasional siap mengimpor lebih banyak gas kapan saja.

"Selain dari Indonesia, Singapura mengimpor gas alam dari berbagai sumber lain di seluruh dunia. Perusahaan pembangkit listrik juga diwajibkan mempertahankan cadangan bahan bakar yang cukup untuk pembangkitan listrik, termasuk cadangan diesel," imbuh jubir EMA.

Salah satu pemasok gas terbesar di Singapura, Gas Supply, mengatakan penyaluran gas kepada para pelanggannya terdampak oleh pengurangan sementara pasokan dari Indonesia, serta telah mengkomunikasikan kendala ini kepada pelanggan.

"Perusahaan terus menjalin komunikasi erat dengan pemasok hulu kami untuk mengelola situasi ini," kata perusahaan importir gas milik Temasek tersebut.

Gas alam dari Sumatra diekspor ke Gas Supply. Sementara itu, gas dari Laut Natuna, Indonesia, disalurkan melalui jaringan pipa bawah laut langsung menuju fasilitas penerimaan yang dioperasikan Sembcorp Gas.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan sebagian pasokan gas yang diekspor kini dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama kelistrikan.

Djoko menjelaskan pengalihan pasokan dilakukan melalui dua jalur, yakni dari Natuna menuju Batam serta pengurangan pasokan gas dari Sumatra yang selama ini digunakan untuk kebutuhan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra.

"Mulai hari ini pasokan gas ke Singapura dialihkan ke dalam negeri dari Natuna ke PLN Batam melalui Pipa WNTS-Pulau Pemping-Batam sebesar 15 juta standar kaki kubik," kata Djoko, Sabtu (24/10), dikutip CNBC Indonesia.