El Nino tahun ini diperkirakan akan membawa cuaca yang lebih panas dan kering di Singapura dari Juni hingga Oktober. Kondisi itu bertepatan dengan puncak musim demam berdarah pada umumnya, yakni dari bulan Mei hingga Oktober.

Nyamuk sangat bergantung pada infrastruktur manusia untuk berkembang biak. Menurut data pengawasan demam berdarah triwulanan NEA periode April hingga Juni 2026, tiga habitat perkembangbiakan utama di area publik adalah saluran drainase tertutup di sekeliling bangunan, wadah bekas yang terbuang, dan saluran pembuangan air (gully traps).

Apakah ada hewan lain yang dapat memanfaatkan infrastruktur manusia untuk bertahan tanpa masalah berarti dalam kondisi El Nino yang ekstrem? Para ahli mengatakan ada.

Kecoak, hewan yang seolah mustahil dimusnahkan, merupakan salah satu pemenang dalam situasi ini di Singapura. Kecoak sendiri dianggap sebagai salah satu hama yang paling tersebar luas dan mudah beradaptasi di bumi.

Profesor Madya di Asian School of the Environment, Eleanor Slade, secara khusus menyebut jenis kecoak yang mengganggu dan hidup di saluran pembuangan sampah, yakni kecoak Amerika dan kecoak Jerman, sangat mudah beradaptasi.

"Kita semua tahu, hewan ini memang sulit sekali dibasmi. Apa pun bisa terjadi, dan mereka akan tetap ada di sana," ujarnya.