NADIKABAR.COM — Film Operasi Pesta Copet siap menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia di penghujung Agustus 2026. Film yang disutradarai Edy Khemod ini menawarkan genre aksi kriminal dibalut komedi dengan premis unik.
Sebagaimana judulnya, Operasi Pesta Copet bercerita tentang sekelompok anak muda yang terdesak keadaan hingga nekat menjalankan aksi pencopetan di tengah festival musik. Kristo Immanuel hingga Iqbaal Ramadhan didapuk jadi pemeran utama.
Seperti apa sinopsis film Operasi Pesta Copet, kapan jadwal tayangnya serta apa saja fakta menarik di balik pembuatannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Film Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 27 Agustus 2026.
Film ini diproduksi Imajinari dengan Boss Creator sebagai pemilik hak kekayaan intelektual Pestapora serta Angin Segar. Selain menjadi film aksi kriminal dengan sentuhan komedi, proyek ini juga menjadi debut Edy Khemod sebagai sutradara film panjang.
Cerita Operasi Pesta Copet berpusat pada Ijal (Iqbaal Ramadhan), seorang pemuda yang kehidupannya berubah drastis setelah kehilangan pekerjaan. Ia yang baru saja di-PHK merasa kondisi ekonominya menjadi semakin sulit, terlebih sang ibu juga tengah terlilit utang.
Dalam situasi tersebut, Ijal hanya bisa mengandalkan pekerjaan serabutan bersama sahabat dekatnya, Adut (Kristo Immanuel). Namun, penghasilan dari pekerjaan yang mereka jalani tidak kunjung cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tekanan hidup yang terus menumpuk akhirnya membuat keduanya mencari jalan keluar yang lebih berisiko.
Ijal dan Adut kemudian mengajak Tia (Zulfa Maharani) serta Melodi (Kawai Labiba) untuk bergabung. Berbeda dari Ijal dan Adut, Melodi memiliki pemahaman mengenai skena musik Indonesia. Pengetahuan itulah yang kemudian menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan rencana mereka.
Keempatnya lantas menyusun sebuah operasi pencopetan yang tidak biasa. Target mereka adalah Pestapora, festival musik besar dengan lautan penonton dan suasana yang sangat padat. Di tengah kerumunan penggemar musik, mereka berencana menjalankan aksi pencopetan secara terorganisir.
Rencana tersebut tentu bukan perkara sederhana. Mereka harus mampu bergerak di tengah ribuan orang tanpa menarik perhatian. Situasi festival yang ramai sekaligus menjadi peluang juga menghadirkan risiko tersendiri bagi Ijal dan kawan-kawan.
Di balik aksi nekat tersebut, Operasi Pesta Copet juga menyinggung masalah tekanan ekonomi dan pilihan sulit yang dihadapi masyarakat ketika kebutuhan hidup semakin menghimpit.
Sebelum menggunakan judul Operasi Pesta Copet, film ini lebih dulu diperkenalkan sebagai Operasi Pestapora dalam gelaran Pestapora 2025.
Pergantian judul dilakukan menjelang film memasuki jadwal penayangan. Judul Operasi Pesta Copet dipilih untuk membuat gambaran mengenai cerita film menjadi lebih jelas sekaligus menegaskan aksi utama yang menjadi premisnya.
Imajinari menjadi rumah produksi utama dalam proyek ini, bersama Boss Creator sebagai pemilik hak kekayaan intelektual Pestapora dan Angin Segar.
Operasi Pesta Copet merupakan debut Edy Khemod sebagai sutradara film panjang. Ia juga terlibat sebagai penulis skenario bersama Rino Sarjono.
Ide ceritanya ternyata terinspirasi dari kisah nyata. Sebagai drummer band Seringai, Edy Khemod pernah berhadapan dengan aksi pencopetan di tengah konser.
Saat tampil di Solo, ia dan personel band mendapat informasi mengenai komplotan pencopet yang diduga sengaja datang dari Jakarta untuk beraksi di festival musik.
Komplotan tersebut disebut mempersiapkan aksinya dengan serius. Mereka bahkan menghafalkan lirik lagu dan mengenakan atribut band untuk menyatu dengan penonton, termasuk menyusup ke area moshpit.
Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi gagasan cerita tentang pencopet yang menjadikan festival musik sebagai arena operasi mereka.
Salah satu bagian paling menarik dari produksi film ini adalah keputusan untuk mengambil gambar langsung di tengah festival Pestapora.
Produser Ernest Prakasa mengungkapkan bahwa proses syuting dilakukan ketika festival berlangsung dan melibatkan keramaian penonton sungguhan. Jumlah penonton di lokasi bahkan mencapai sekitar 100 ribu orang.
Iqbaal Ramadhan dan para pemain lainnya harus menjalani adegan di tengah sekitar 30 ribu hingga 35 ribu penonton setiap harinya. Kelebihannya, setting film jadi terasa lebih hidup dan nyata.
Di balik aksi pencopetan dan komedinya, Operasi Pesta Copet juga membawa isu sosial. Film ini menyoroti tekanan ekonomi, sulitnya memperoleh pekerjaan, serta kondisi masyarakat kelas marginal yang harus berhadapan dengan kebutuhan hidup.
Persoalan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa karakter-karakter dalam film mengambil keputusan yang berisiko. Aksi pencopetan tidak semata-mata ditampilkan sebagai kejahatan, tetapi juga ditempatkan dalam konteks tekanan sosial dan ekonomi yang melatarbelakanginya.
Untuk membuat adegan pencopetan terlihat meyakinkan, rumah produksi Imajinari mendatangkan pesulap profesional untuk melatih para pemain.
Para aktor menjalani latihan intensif selama sekitar dua bulan untuk mempelajari teknik kecepatan tangan. Latihan tersebut dibutuhkan agar gerakan mengambil barang dapat terlihat cepat, natural, dan meyakinkan ketika direkam kamera.
Kristo Immanuel, yang berperan sebagai Adut, bahkan harus menjalani tes jongkok ketika proses reading. Tes tersebut dilakukan untuk mengukur kekuatan paha sekaligus menyesuaikan karakter dengan gambaran anak tongkrongan pinggiran yang hendak ditampilkan dalam film.
Demikian ulasan mengenai sinopsis film Operasi Pesta Copet, jadwal tayangnya, daftar pemain, hingga fakta-fakta menarik di balik layar. Selamat menonton!