Nasib lebih malang menimpa seorang wanita di Australia yang dilaporkan meninggal dunia. Penyebabnya sama, akibat gigitan dari kepala ular yang sudah terputus.
Penelitian lebih lanjut mengungkap racun pada beberapa jenis ular bersifat sangat stabil. Kekuatannya tidak lantas memudar begitu saja saat sang predator mati.
Bahkan, potensi bahaya itu tetap mengintai hingga beberapa waktu lamanya. Inilah alasan mengapa para ahli sangat mewanti-wanti agar kita tidak sembarangan menyentuh bangkai ular, terutama bagian kepalanya.
Pertanyaan pentingnya, apa yang harus dilakukan jika situasi buruk terjadi dan seseorang terkena gigitan ular? RSUP Dr Kariadi memberikan panduan medis yang krusial untuk menyelamatkan nyawa.
Langkah pertama yang paling menentukan adalah menjaga ketenangan. Kepanikan hanya akan mempercepat detak jantung yang justru mendorong racun menyebar lebih cepat.
Sebisa mungkin, ingatlah ciri-ciri ular tersebut, mulai dari warna, ukuran, hingga polanya.Informasi ini akan menjadi kunci bagi tenaga medis untuk menentukan jenis antivenom yang tepat.
Selanjutnya, batasi pergerakan. Imobilisasi atau mendiamkan area yang digigit sangat penting untuk memperlambat laju bisa di dalam tubuh. Posisikan area luka lebih rendah dari letak jantung.