NADIKABAR.COM — Sosok kopilot yang diduga menyerang pilot Flydubai dalam penerbangan menuju Tel Aviv mulai terungkap. Hamam al-Hammami disebut pernah bekerja di sejumlah maskapai sebelum akhirnya bergabung dengan Flydubai.

Riwayat pekerjaannya juga menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan kekhawatiran terhadap pandangan ekstremis yang pernah dialamatkan kepadanya. Berikut sejumlah fakta mengenai sosok kopilot tersebut.

Hamam al-Hammami diketahui pernah bekerja selama sekitar tujuh tahun di Oman Air. Berdasarkan profil LinkedIn atas namanya, masa kerjanya di maskapai nasional Oman itu berakhir pada Februari 2025.

Minggu (4/10/2026), dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebut al-Hammami pernah dikeluarkan dari pelatihan penerbangan di Oman Air karena kekhawatiran terhadap pandangan radikalnya.

Salah satu sumber menyebut al-Hammami kemudian diberi peran lain di maskapai tersebut. Informasi ini menjadi salah satu sorotan dalam penelusuran latar belakang kopilot yang kini tengah diselidiki.

Setelah keluar dari Oman Air, al-Hammami tercatat bergabung dengan Royal Air Maroc pada Juni 2025. Namun, ia meninggalkan maskapai tersebut pada Januari 2026.

Royal Air Maroc dalam pernyataannya kepada AP, menyebut al-Hammami sempat mengikuti pelatihan selama tiga bulan pada 2025. Pelatihan itu merupakan bagian dari proses pra-kerja.