Pemanfaatan teknologi ini turut menarik perhatian Wamenkomdigi untuk melihat lebih jauh sistem yang digunakan Grab dan OVO. Ia menyebut teknologi tersebut berpotensi menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah, khususnya untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat dipelajari untuk mendukung aspek pemantauan dan penyediaan makanan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Tentunya dari sisi monitoring, dari sisi penyediaan makanan, teknologi yang bisa nantinya kita adopsi. Ini kan untuk kebaikan semua," kata Angga.
Selain sistem digital, pelaksanaan MBG juga harus memperhatikan standar gizi dan keamanan pangan. Wamenkomdigi menjelaskan bahwa Grab dan OVO mengikuti ketentuan yang ditetapkan BGN, mulai dari standar gizi, higienitas, hingga kualitas makanan.