Lebih lanjut Husein mengungkap betapa menderitanya Aqib selama sakit setelah mengalami perundungan. Perut Aqib bengkak dan sempat mengalami buang air besar berdarah.
"Sangat disayangkan respons pihak sekolah lambat sekali. Ananda Aqib begitu menderita karena, berdasarkan informasi hasil autopsi sementara yang saya dapat, itu ada pembengkakan di usus. Sehingga menyebabkan cairan keluar, perutnya membesar," tuturnya.
"Ada cairan keluar dari mulut dan hidung, dan buang air besar berdarah," ujarnya.
Dalam rentang waktu tersebut, Aqib terus menderita, sementara proses penyelesaian belum juga terang.
"Selama 12 sampai 30 September itu, Ananda Aqib menderita terus. Dan tidak ada penyelesaian dari pihak sekolah," ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa mestinya sekolah harus sudah membentuk satgas terkait kasus bullying ini. Terkait hal ini, pihaknya juga sudah menyerahkan sejumlah laporan ke polisi.
"Ada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman harusnya ada Satgas di sekolah. Itu baru terbentuk setelah kejadian (meninggal). Itu juga sudah kami serahkan ke pihak kepolisian," ujarnya.