NADIKABAR.COM — Dua murid Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abdul Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Muhammad Faqih Riyadi dan Karin Adzka Isfahany, berhasil melaju ke babak final ICDL Digital Challenge 2026 di Malaysia.

ICDL Digital Challenge merupakan kompetisi yang menguji kemampuan teknologi praktis dan keterampilan digital siswa di kawasan Asia Pasifik. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kompetensi digital sekaligus menunjukkan kemampuan mereka di tingkat internasional.

Faqih mengatakan persiapan menghadapi babak final meliputi penguasaan materi, latihan praktik, kesiapan mental, serta pemenuhan kebutuhan teknis dan administrasi.

"Termasuk menjaga kesehatan serta dukungan dan doa orang tua, guru, serta semuanya," ujar Faqih di Jombang, Senin.

Ia menilai perjalanan mengikuti kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga, tidak hanya dalam mengejar kemenangan, tetapi juga dalam proses belajar dan membangun kedisiplinan.

"Perjalanan ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga proses belajar, perjuangan, kedisiplinan, dan pengalaman berharga," katanya.

Sementara itu, Karin mengaku memperoleh tambahan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan digital selama mengikuti kompetisi. Ia juga harus mengatur waktu belajar dan berlatih di tengah aktivitasnya sebagai santri di pondok pesantren.

"Meski kita harus meluangkan waktu untuk belajar dan menguasai materi, bahkan terkadang harus mengurangi waktu bermain atau beristirahat, terlebih kita berada di lingkungan pondok pesantren, harus pintar-pintar membagi waktu," ujarnya.

Karin mengaku bangga sekaligus terharu setelah dinyatakan lolos ke babak final. Menurut dia, kompetisi tersebut menjadi pengalaman internasional pertamanya sekaligus kesempatan membawa nama madrasah ke tingkat Asia Pasifik.

"Tentu bangga, terharu, dan sedikit kurang percaya bisa sampai di tahap sekarang, karena ini adalah kompetisi internasional pertama bagi saya dan membawa nama madrasah ke tingkat internasional," katanya.

Faqih menyebut keberhasilan mereka tidak terlepas dari bimbingan guru, dukungan madrasah, serta bantuan PT Solusi Edukasi Internasional. Dua guru yang mendampingi mereka adalah Hermawan dan Dewi Mistika Sari.

Kepala MAUWH Tambakberas, Kabupaten Jombang, Faizun mengapresiasi pencapaian kedua murid tersebut. Ia menilai keberhasilan mereka melaju ke babak final menjadi dorongan bagi madrasah untuk terus mengembangkan kompetensi digital siswa.

"Pencapaian ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan sekaligus menjadi bukti komitmen madrasah dalam mendorong pengembangan kompetensi digital dan daya saing siswa di tingkat internasional," ujar Faizun.

Ia berharap keikutsertaan Faqih dan Karin dalam kompetisi tersebut berjalan lancar serta memberikan pengalaman positif bagi keduanya.

Kedua murid kelas XI Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tersebut mengikuti kompetisi di bidang berbeda. Karin berkompetisi pada kategori Business Track, sedangkan Faqih mengikuti kategori Emerging Technologies Track.

Rangkaian kompetisi berlangsung sejak awal 2026. Babak penyisihan tingkat provinsi dimulai pada 2 Juni 2026, dilanjutkan babak nasional pada 14 Juli 2026 untuk menentukan perwakilan terbaik dari setiap negara.

Babak grand final dilaksanakan secara daring pada 5-26 Agustus 2026. Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan berupa medali emas, perak, dan perunggu dijadwalkan berlangsung pada ICDL Asia Digital Literacy Day 2026, 20-22 Oktober 2026, di Sunway TES College, Johor Bahru, Malaysia.