Para siswa kini harus menyesuaikan diri dengan suasana belajar yang berbeda dari biasanya. Tidak ada kursi dan meja yang bisa digunakan. Mereka duduk di lantai dan menulis dengan posisi jongkok.
Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan perhatian siswa terhadap pelajaran yang diberikan guru.
"Sekarang mereka duduk di lantai dengan menulis harus jongkok, tetapi mereka juga fokus dan perhatian kepada guru, itu tetap," kata Bibiana.
Ia mengatakan materi pembelajaran juga disesuaikan dengan kondisi saat ini. Di lain sisi, pihak sekolah menerapkan sistem pembagian jam belajar.
Pada Senin, KBM diikuti kelas 6A dan 6B. Sedangkan Selasa-Jumat, pembelajaran dibagi untuk tiga rombongan belajar.
"Sistemnya seperti itu karena kami masih kekurangan sarana belajar seperti tenda darurat," ungkap Bibiana.