NADIKABAR.COM — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan keberhasilan eksplorasi migas dengan perkiraan reserve replacement ratio (RRR) atau Rasio Penggantian Cadangan mencapai 221,4 persen pada akhir 2026.
“lni mencerminkan potensi penambahan cadangan yang melampaui volume cadangan yang diproduksi, sekaligus menegaskan keberhasilan eksplorasi,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Djoko menjelaskan bahwa potensi migas luar biasa yang dimiliki Indonesia tercermin dari sejumlah temuan signifikan selama beberapa waktu terakhir, salah satunya temuan raksasa sumur gas Geliga-1 di Blok Ganal oleh Eni pada April 2026, dengan estimasi sumber daya in-place sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat.
Capaian ini semakin memperkuat tren positif kegiatan eksplorasi migas Indonesia, melanjutkan keberhasilan sejumlah penemuan signifikan sebelumnya, antara lain Geng North-1 dan Konta-1 oleh Eni di Cekungan Kutai Kalimantan Timur (kini merupakan portofolio Searah Muara Bakau), serta Layaran-1 dan Tangkulo-1 oleh Mubadala Energy di Wilayah Kerja South Andaman.
Temuan-temuan signifikan selama setahun belakangan ini menambah prospek pengembangan sumber daya migas Indonesia, sejalan dengan capaian contingent resources yang hingga September 2026 telah mencapai 1.497,4 juta barel setara minyak (MMBOE), atau 230 persen dari target tahunan.
Angka tersebut diperkirakan bisa meningkat lagi menjadi 250 persen pada akhir 2026.
Untuk membuka lebih banyak peluang bagi investor global, Indonesia menawarkan beragam jalur partisipasi, mulai dari pengembangan wilayah kerja yang telah berjalan, optimalisasi aset, hingga skema kemitraan seperti farm-in/farm-out.
Pemerintah juga berkomitmen menjaga fleksibilitas serta daya tarik fiskal yang kompetitif dan fleksibel bagi investor, melalui pilihan skema kontrak bagi hasil gross split dan cost recovery sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2024.
Djoko menyampaikan bahwa pemerintah Republik Indonesia berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang lebih atraktif dan kompetitif.
“Kami siap memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam proses perizinan, mempercepat pengambilan keputusan dan memberikan fleksibilitas fiskal untuk mengakomodasi kerja sama internasional yang semakin baik,” ujar Djoko.