Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus mengawal proyek tersebut agar dapat on stream secepatnya termasuk terkait kompensasi sosial masyarakat di area terdampak.
“Kami berharap penyelesaian seluruh pekerjaan FEED proyek LNJ Abadi ini menjadi fondasi yang kokoh untuk mempercepat langkah kita menuju final investment decision (FID) dan selanjutnya ke tahapan konstruksi,” ujar Djoko.
Djoko menyampaikan bahwa proyek Abadi Masela dengan nilai investasi sekitar 22 miliar dolar Amerika Serikat (AS) itu dirancang untuk menghasilkan gas sebesar 1.380 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), dengan kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun.