NADIKABAR.COM — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) berada di kisaran 95–100 dolar AS per barel pada akhir 2026.

“Di perkiraan kami, pada akhir tahun, harga itu nggak akan turun di 80-an. Harganya antara di kisaran 95–98, bahkan bisa menyentuh 100 dolar AS di akhir tahun,” ucap Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti ketika ditemui setelah Konferensi Pers Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Selasa.

Desti menyampaikan perkiraan tersebut berdasarkan gejolak geopolitik yang berkepanjangan. Apabila perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak lekas tuntas hingga akhir tahun maka Desti menilai terdapat kemungkinan harga minyak dunia akan berada di kisaran 100 dolar AS.

Desti mengatakan SKK Migas tidak memiliki kontrol untuk mengendalikan harga minyak dunia. Yang bisa SKK Migas lakukan, tutur dia, adalah mengoptimalkan skema komersialisasi dan percepatan peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri.

“Jadi, kami menggunakan momentum pada saat harga naik, bagaimana kami melakukan upaya-upaya untuk lifting bisa dioptimalkan,” ujar Desti.