Ia berharap harga minyak dunia dapat segera membaik, sebab tingginya harga minyak dunia akan membebani subsidi dan kompensasi yang ditanggung oleh negara.
βTapi ini kan sesuatu yang secara bagi hasil, minimal hulu migas bisa berkontribusi dari tambahan penerimaan negara karena kenaikan harga komoditas,β ucap Desti.
Hingga saat ini, Desti mengatakan realisasi penerimaan negara sudah mencapai kisaran 80 persen dari target APBN dengan capaian lifting minyak dan kondensat sebesar 578,6 ribu barel per hari, atau 95 persen dari target APBN sebesar 610 ribu barel minyak per hari.
SKK Migas memproyeksikan penerimaan negara dari sektor hulu migas bisa mencapai 109 persen dari target pada Desember 2026. Proyeksi itu tidak terlepas dari harga minyak dunia yang mengalami lonjakan sejak berlangsungnya perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Adapun target penerimaan negara yang termaktub di dalam APBN 2026 sebesar 10,66 miliar dolar AS dengan asumsi makro harga minyak mentah Indonesia di angka 70 dolar AS per barel.