Ia menyampaikan SKK Migas menggunakan berbagai skenario strategis yang mengedepankan optimalisasi penerimaan negara.

β€œTentunya kegiatan komersialisasi tersebut tidak lepas dengan adanya akuntabilitas dan tata kelola yang terus kami perbaiki secara berkesinambungan. Pihak-pihak terkait terus melakukan penyempurnaan regulasi yang nantinya akan menciptakan kemitraan yang berkesinambungan,” ujar Desti.

Pemerintah mencatat prospek hidrokarbon Indonesia berasal dari 128 cekungan sedimen (basins). Dari jumlah cekungan tersebut, baru 20 cekungan yang telah dikembangkan untuk menopang produksi migas nasional.